Tampilkan postingan dengan label kurikulum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kurikulum. Tampilkan semua postingan

FUNGSI DAN PERAN KURIKULUM

♠ Posted by IMM Tarbiyah in

A.    PENDAHULUAN
Kurikulum adalah alat untuk mencapai tujuan pendidikan. Dengan demikian kurikulum merupakan alat penting dalam proses pendidikan. Sebagai alat yang penting untuk mencapai tujuan, kurikulum hendaknya berperan dan bersifat anticiparoty dan adaptif terhadap perubahan dan kemajuan ilmu pengetahuan serta teknologi. Maka wajar jika kurikulum selalu berubah dan berkembang  sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sedang terjadi saat ini. 
Kurikulum juga memegang kunci dalam pendidikan, sebab berkaitan dengan penentuan arah, isi, dan proses pendidikan, yang pada akhirnya menentukan macam dan menyangkut rencana dan pelaksanaan pendidikan baik dalam lingkup kelas, sekolah, daerah, wilayah maupun nasional. Semua orang berkepentingan dengan kurikulum, sebab kita sebagai orang tua, sebagai masyarakat, sebagai pemimpin formal ataupun informal selalu mengharapkan tumbuh dan berkembangnya anak, remaja, dan generasi  muda yang lebih baik, cerdas, dan berkemampuan.

Perbandingan Kurikulum di Indonesia dan Brunei Darussalam

♠ Posted by IMM Tarbiyah in

Pendahuluan

Matematika  merupakan Mata Pelajaran yang cukup sulit dan rumit. Banyak para siswa dalam implementasi pembelajaran matematika mengalami hambatan , sehingga perlu penanganan khusus untuk mempelajari matematika supaya mudah dipahami. Penerapan matematika akhir-akhir ini telah berubah banyak dan cepat karena kehadiran dan perkembangan teknologi elektronik dalam dunia kerja, sehingga matematika harus dipelajari siswa-siswa karena kegunaannya yang penting dalam kehidupan.
Kurikulum Mata Pelajaran matematika harus dirancang tidak hanya untuk siswa yang melanjutkan ke pendidikan tinggi, tetapi juga untuk memasuki dunia pasar kerja. Pengembangan kurikulum matematika yang sedang berlangsung sekarang ini harus dipersiapkan secara matang.
Setiap negara memiliki kurikulum yang berbeda-beda, tetapi memiliki tujuan yang sama yaitu untuk memajukan pendidikan di negaranya. Dan dalam kurikulum tiap negara memiliki kelebihan dan kekurangan. Sehingga kita perlu mengkaji kurikulum dari Negara lain sebagai bahan pertimbangan dalam memajukaan pendidikan di indonesia.
 Dalam makalah ini akan dipaparkan secara singkat mengenai perbandingan  kurikulum di Indonesia dan Brunei Darussalam.
 

Acuan Pengembangan KTSP

♠ Posted by IMM Tarbiyah in

Apa saja prinsip dan acuan pengembangan KTSP?
  • Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik dan lingkungan.
  • Beragam dan terpadu
  • Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, ilmu pengetahuan, tekenologi dan seni
  • Relevan dengan kebutuhan kehidupan
  • Menyeluruh dan berkesinambungan
  • Belajar sepanjang hayat
  • Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah.

SILABUS

♠ Posted by IMM Tarbiyah in




  1. Pengertian
Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu kelompok mata pelajaran dengan tema tertentu yang mencakup identifikasi, standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok, pengalaman belajar, indicator, jenis penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar yang dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan.
Dalam implementasinya, silabus dijabarkan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran, dilaksanakan, dievaluasi, dan ditindaklanjuti oleh masing-masing guru. Selain itu, silabus harus dikaji dan dikembangkan secara berkelanjutan dengan memperharikan masukan hasil evaluasi hasil belajar, evaluasi proses (pelaksanaan pembelajaran), dan evaluasi rencana pembelajaran.

Kurikulum Pendidikan Indonesia

♠ Posted by IMM Tarbiyah in


Istilah pendidikan berasal dari bahasa Yunaani, Paedagogy yang mengandung makna, seorang anak yang pergi dan pulang sekolah diantar seorang pelayan. Sedangkan pelayan yang mengantar dan menjemput dinamakan Paedagogos. Dalam bahasa Romawi, pendidikan diistilahkan dengan educate yang berarti mengeluarkan sesuatu yang berada di dalam. Dalam bahasa inggris, pendidikan diistilahkan to educate yang berarti memperbaiki moral dan melatih intelektual. ( Noeng Muhadjir, 2000: 20-21)

Banyak pendapat yang berlainan tentang pendidikan. Walaupun demikian, pendidikan berjalan terus tanpa menunggu keseragaman arti. Salah satu diantaranya mengatakan bahwa pendidikan adalah hasil peradaban suatu bangsa yang dikembangkan atas dasar pandangan hidup bangsa yang berfungsi sebagai filsafat pendidikannya; suatu cita0cita atau tujuan yang menjadi motif ; cara suatu bangsa berpikir dan berkelakuan, yang dilangsungkan turun temurun dari generasi ke generasi (Siti Meichati, 1975 : 5)

Setiap bangsa tentu akan menyatakan tujuan pendidikannya sesuai dengan nilai-nilai kehidupan yang sedang diperjuangkan untuk kemajuan bangsanya. Walaupun setiap bangsa memiliki tujuan hidup berbeda, namun secara garis besar ada beberapa kesamaan dalam berbagai aspeknya.

STANDAR ISI DAN STANDAR KOMPETENSI LULUSAN PAI SLTP

♠ Posted by IMM Tarbiyah in
BAB I
PENDAHULUAN

Mempersiapkan lulusan pendidikan memasuki era globalisasi yang penuh tantangan dan ketidakpastian, diperlukan pendidikan yang diorancangberdasarkan kebutuhan nyata di lapangan. Untuk kepentingan tersebut pemerintah memprogramkan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) sebagai tindak lanjut dari pembaruan kurikulum berbasis kompetensi. KTSP merupakan kurikulum operasional yang dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan serta merupakan acuan dan pedoman bagi pelaksanaan pendidikan untuk mengembangkan berbagai ranah pendidikan (pengetahuan, keterampilan, dan sikap) dalam seluruh jenjang dan jalur pendidikan, khususnya pada jalur pendidikan sekolah. Hal ini merupakan tindak lanjut dari agenda perubahan kurikulum dalam konteks otonomi daerah dan desentralisasi pendidikan yang diprogramkan pemerintah, dan juga terkait dengan “Gerakan Peningkatan Mutu Pendidikan” yang telah dicanangkan oleh Menteri Pendidikan Nasional.
Di antara gerakan mutu pendidikan, pemerintah telah menetapkan Standar Nasional Pendidikan (SNP), sebagai acuan bagi pelaksanaan pendidikan di Indonesia. SNP merupakan kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia, untuk menjamin mutu pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat.
Standar Nasional Pendidikan yang telah ditetapkan pemerintah mencakup standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan. Dari kedelapan standar tersebut, yang telah dijabarkan dan telah disahkan penggunaannya oleh Mendiknas adalah standar isi dan standar kompetensi lulusan.
Standar isi untuk satuan Pendidikan Dasar dan Menengah yang selanjutnya disebut Standar Isi mencakup lingkup materi minimal dan tingkat kompetensi minimal untuk memcapai kompetensi lulusan minimal pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Standar Isi memuat kerangka dasar, struktur kurikulum, beban belajar, kurikulum tingkat satuan pendidikan, dan kalender pendidikan/akademik.
Sebagaimana dikemukakan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 19 tahun 2006 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP), bahwa : “Standar kompetensi lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan”. Standar Kompetensi Lulusan tersebut berfungsi sebagai krriteria dalam menentukan kelulusan peserta didik pada setiap satuan pandidikan; rujukan untuk penyusunan standar-standar pendidikan lain; dan merupakan arah peningkatan kualitas pendidikan secara mendasar dan holistik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, serta merupakan pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik, yang meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran, serta mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Kurikulum Rekonstruksi Sosial

♠ Posted by IMM Tarbiyah in
A.  Pengertian Kurikulum Rekonstruksi Sosial
Kurikulum rekonstruksi social, merupakan model kurikulum yang lebih memusatkan perhatian pada problem-problem yang dihadapi dalam masyarakat. Kurikulum ini bersumber pada aliran pendidikan interaksional. Menurut mereka pendidikan bukan upaya sendiri melainkan kegiatan bersama, kerjasama, dan interaksi, melalui interaksi dan kerjasama siswa berusaha memecahkan problem-problem yang dihadapi masyarakat.
Theodore Brameld, pada awal tahun 1950 menyampaikan gagasannya tentang re
 konstruksi social. Dalam masyarakat demokratis, seluruh warga masyarakat harus turut serta dalam perkembangan dana dan perkembangan masyarakat. Untuk melaksanakan hal itu sekola mempunyai posisi yang cukup penting, karena dapat membantu bagaimana berpartisipasi sebaik-baiknya dalam kegiatan social.[1]