Tampilkan postingan dengan label Teori Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teori Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Guru

♠ Posted by IMM Tarbiyah in

I.              PENDAHULUAN
Guru merupakan pendidik profesional, karena guru itu telah menerima dan memikul beban dari orangtua untuk mendidik anak-anaknya. Tapi disini orangtua tetap menjadi pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya, sedangkan guru adalah tenaga profesional yang membantu orangtua untuk mendidik anak-anak pada jenjang pendidikan sekolah.
Guru memiliki tugas sebagai fasilitator agar peserta didik dapat belajar dan mengembangkan potensi dasar dan kemampuannya secara optimal, melalui lembaga pendidikan sekolah, baik yang didirikan oleh pemerintah ataupun oleh masyarakat atau swasta. Dengan demikian guru tidak hanya dikenal secara formal sebagai pendidik pendidik, pengajar, pelatih, dan pembimbing tetapi juga sebagai “ social agent by society to help facilitate members of society who attend school’s atau agen sosial yang diminta oleh masyarakat untuk memberikan bantuan kepada warga masyarakat yang akan dan sedang berada di sekolah.
Dalam sekolah formal, tugas guru menjadi sangat penting dalam memajukan peserta didik sesuai tujuan pendidikan yang diinginkan. Maka dari itu guru merupakan salah satu komponen yang mendukung kemajuan pendidikan. Tidak hanya tugas menyampaikan pengetahuan saja, tapi harus ada penerapan nilai-nilai moral, religi, dan sikap-sikap yang bisa diterima dalam masyarakat. Pada pembahasan kali ini akan menguraikan seberapa jauh peran guru sebagai komponen dalam lembaga pendidikan dan peserta didik tersebut.
   

Input, Proses dan Output Pendidikan

♠ Posted by IMM Tarbiyah in

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
            Pendidikan adalah proses dimana potensi-potensi manusia yang mudah dipengaruhi oleh kebiasaan-kebiasaan supaya dapat disempurnakan oleh kebiasaan-kebiasaan yang baik oleh alat (media) yang disusun sedemikian rupa dan dikelola oleh manusia untuk menolong orang lain atau dirinya sendiri guna mencapai tujuan yang ditetapkan. Pendidikan merupakan hubungan antar pribadi pendidik dengan yang dididik yang terjadi dalam pergaulan. Karena dalam pergaulan terjadi kontak atau hubungan yang pada akhirnya melahirkan tanggung jawab pendidikan atas rasa tanggung jawab demi kepentingan dan keselamatan peserta didik. Oleh karena itu, pendidikan sebagai bagian integral dalam pembangunan harus memiliki mutu pendidikan yang baik. Mutu pendidikan adalah gambaran atau karakteristik menyeluruh dari barang atau jasa yang menentukan kemampuannya dalam memuaskan kebutuhan yang ditentukan atau yang tersirat. Adapun dalam konteks pendidikan, bahwa mutu pendidikan itu mencakup input, proses, dan output pendidikan. Dalam proses kependidikan, manusia harus dipandang sebagai objek sekaligus sebagai subjek kependidikan.
 Dengan kata lain, manusia didik sebagai makhluk yang sedang dalam proses pertumbuhan dan perkembangan di bawah bimbingan pendidik menuju ke arah titik optimal pertumbuhan dan perkembangannya, harus ditempatkan pada posisi tidak hanya sebagai objek pekerjaan mendidik, namun dalam waktu yang bersamaan harus ditempatkan juga sebagai subjek pendidikan. Sehingga, aktivitas dalan proses pendidikan bukan terfokuskan kepada peserta didik, tetapi justru harus memposisikan peserta didik secara aktif dalam suatu situasi dan kondisi yang kondusif untuk mengembangkan potensi diri. Selain itu, peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi juga sangat dibutuhkan dalam kehidupan manusia di era persaingan global yang sangat ketat. Karena, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi akan membawa perubahan di semua aspek kehidupan manusia dimana berbagai masalah yang muncul dapat diselesaikan dengan cara seseorang tersebut dapat menguasai dam memahami adanya ilmu pengetahuan dan teknologi.

PERBANDINGAN PEMIKIRAN TOKOH

♠ Posted by IMM Tarbiyah in
1.  Teori Piaget (perkembangan kognitif)
Piaget berpendapat bahwa anak membangun sendiri pengetahuannya dari pengalamannya sendiri dengan lingkungan. Dalam pandangan Piaget, pengetahuan datang dari tindakan, perkembangan kognitif sebagian besar bergantung kepada seberapa jauh anak aktif memanipulasi dan aktif berinteraksi dengan lingkungannya. Dalam hal ini  peran guru adalah sebagai fasilitator dan buku sebagai pemberi informasi.
Piaget menjabarkan implikasi teori kognitif pada pendidikan yaitu 1) memusatkan perhatian kepada cara berpikir atau proses mental anak, tidak sekedar kepada hasilnya. Guru harus memahami proses yang digunakan anak sehingga sampai pada hasil tersebut. Pengalaman – pengalaman belajar yang sesuai dikembangkan dengan memperhatikan tahap fungsi kognitif dan jika guru penuh perhatian terhadap pendekatan yang digunakan siswa untuk sampai pada kesimpulan tertentu, barulah dapat dikatakan guru berada dalam posisi memberikan pengalaman yang dimaksud, 2) mengutamakan peran siswa dalam berinisiatif sendiri dan keterlibatan aktif dalam kegiatan belajar, 3) memaklumi akan adanya perbedaan individual dalam hal kemajuan perkembangan. Teori Piaget mengasumsikan bahwa seluruh siswa tumbuh dan melewati urutan perkembangan yang sama, namun pertumbuhan itu berlangsung pada kecepatan berbeda. Oleh karena itu guru harus melakukan upaya untuk mengatur aktivitas di dalam kelas yang terdiri dari individu – individu ke dalam bentuk kelompok – kelompok kecil siswa daripada aktivitas dalam bentuk klasikal, 4) mengutamakan peran siswa untuk saling berinteraksi. Menurut Piaget, pertukaran gagasan – gagasan tidak dapat dihindari untuk perkembangan penalaran. Walaupun penalaran tidak dapat diajarkan secara langsung, perkembangannya dapat disimulasi.

Bimbingan Konseling di Sekolah

♠ Posted by IMM Tarbiyah in
BAB I
PENDAHULUAN

Pendidikan sangat erat kaitannya dengan peserta didik yang tentunya harus kita ketahui bagaimana psikologisnya. Oleh karena itu, dalam sebuah lembaga pendidikan dibutuhkan seorang guru BK (Bimbingan Konseling). Bimbingan konseling dalam sekolah merupakan hal yang baru bagi sekolah-sekolah pada umumnya, sehingga dalam administrasi pendidikan diuraikan secara garis besarnya saja, dan memberikan pengertian elementer sebagai dasar pengertian dan pelaksanaan bagi guru – guru di sekolah.
Program layanan bimbingan ini merupakan hal yang sangat urgen diadakan di sekolah, akan tetapi dalam pelaksanaannya belum dapat terlaksana dengan baik. Hal ini disebabkan karena adanya berbagai kendala yang ada dalam suatu sekolah.

Inovasi Pendidikan.

♠ Posted by IMM Tarbiyah in

Pendahuluan.
Pendidikan diibaratkan seperti manusia yang hidup di dunia, terkadang ia sehat dan terkadang pula ia sakit. Tergantung dari manusia itu sendiri yang mengelola keadaan, sehingga diperolehlah hasil dari pengelolaan tersebut.
Begitu pula dengan pendidikan, ia bisa menjadi berkembang atau bahkan menjadi terpuruk. Saat terjadi keterpurukan maka haruslah ada inovasi yang nantinya akan mengubah keadaan tersebut. Karena inovasi merupakan upaya mengeksplor sesuatu yang baru yang belum ada sebelumnya untuk sebuah perbaikan.

HUBUNGAN BAIK GURU DENGAN SISWA SEBAGAI MOTIVASI BELAJAR SISWA

♠ Posted by IMM Tarbiyah in


A.      Tugas Guru
Guru adalah sosok yang memiliki rasa tanggung jawab sebagai seorang pendidik . Meskipun guru bertugas untuk mendidik tapi dalam hal ini mendidik bagi seorang Guru beda dengan mendidiknya orang tua. Biasanya guru mendidik hanya dengan cara mengajar , memberikan dorongan, memuji, menghukum, member contoh yang baik dan menasehati.
Dalam pengelolaan pembelajaran, tugas guru kepada siswa antara lain:
1.      Membangun hubungan baik dengan siswa
2.      Menggairahkan minat perhatian dan  memperkuat motivasi belajar
3.      Mengorganisasi belajar
4.      Melaksanakan pendekatan secara tepat
5.      Mengevaluasi hasil belajar secara jujur dan objektif
6.      Melaporkan hasil belajar siswa kepada orang tuanya yang berguna bagi masa depan siswa[1]

PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN KEMEMPUAN KREATIFITAS SISWA

♠ Posted by IMM Tarbiyah in

Materi Puisi merupakan salah satu sub dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia yang ada dalam pendidikan yang ada di Indonesia. Berpuisi merupakan kemampuan menulis dan membaca yang melibatkan aspek lafal, intonasi, kebermaknaan, ekspresi dan gagasan. Berpuisi sangat penting dalam membangun karakter siswa karena mengandung unsur seni. Didalamnya ada aspek rasa keindahan, baik sebagai karya tulis maupun dalam penyajiannya, sehingga dalam berpuisi, kecerdasan intelektual, emosional, dan bahkan spiritual siswa dapat tumbuh dan berkembang.
Puisi dapat diartikan sebagai hasil karya tulis yang mengandung unsur seni. Karena puisi adalah hasil buah fikir manusia dalam bentuk tulisan yang penuh dengan rasa keindahan ( rasa-emosi ).

PENERAPAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL

♠ Posted by IMM Tarbiyah in

Oleh: Dwi Setyowati

Beragam kekerasan massa muncul beruntun di negeri ini. Kekerasan yang terjadi disuatu daerah seolah tidak bisa dijadikan pelajaran oleh bangsa, sehingga kejadian yang sama selalu terulang. Padahal kita tahu, tidak sedikit korban maupun kerugian yang didapat dari pertarungan yang mengedepankan otot dan ego itu. Sebenarnya apa penyebab munculnya konflik horizontal semacam ini?
Indonesia adalah negara yang dihuni oleh berbagai suku, bangsa, etnis dan memiliki ragam budaya, pulau, agama, bahasa serta tradisi yang variatif. Kondisi sosio-kultural yang beragam seperti ini sebenarnya dapat menjadi kekayaan tersendiri bagi bangsa. Atau jika tidak pandai menjaganya, kekayaan budaya dan alam ini justru dapat menjadi konflik yang akan merongrong persatuan kita.
Hampir setiap hari kita disuguhi berita kekerasan antar kelompok oleh media. Ditahun 2010 ini kasus kekerasan terjadi beruntun. Mulai dari kasus Mbah Priok yang memakan korban 228 luka-luka dan 3 tewas, hingga insiden kelab malam Blowfish di PN Jakarta Selatan yang juga menyebabkan 3 warga tewas dan 9 terluka (Kompas, 1/10)
Ternyata keragaman yang dimiliki bangsa Indonesia belum dipahami oleh masyarakatnya sebagai satu modal besar untuk membangun bangsa kita, yakni pengembangan manusia Indonesia menuju masa depan yang cerah dan lebih baik. Tapi keragaman masih dijadikan kendala bangsa dalam pembangunan dan persatuan. Dan hal ini akan menjadi problem serius jika kita tidak segera mencari solusi atau akar permasalahannya.
Selain kerena contoh yang buruk dari para elit politik, sebagai mahasiswa jurusan pendidikan, penulis melihat bahwasanya penyebab munculnya gejolak di tengah masyarakat tersebut karena belum diterapkanya konsep pendidikan multikultural di Indonesia.
Padahal konsep pendidikan ini sangat cocok diterapkan pada bangsa Indonesia yang heterogen. Dengan adanya pendidikan multikultural, peserta didik akan diarahkan menjadi manusia yang berbudaya serta memiliki sikap toleransi, saling menghormati dan menghargai antar sesama manusia.
Ainurofik Dawam menjelaskan, penerapan pendidikan multikultural secara inheren sudah ada sejak bangsa Indonesia ini ada. Falsafah Indonesia adalah suka gotong royong, membantu dan menghargai antara satu dengan lainya (Karlan, 2006:21).
Hal ini dapat dilihat dari potret sejarah bangsa ini yang terbuka dengan masuknya budaya dan suku bangsa asing ke Indonesia. Proses akulturasi dan adaptasi seperti ini pada dasarnya saling memahami, mempelajari, menerima dan sekaligus menghargai budaya, kepercayaan, agama dan tradisi masing-masing suku dan etnis. Proses inilah yang dikenal sebagai pendidikan multikultural.
Seharusnya balajar mengajar bukan ditujukan agar peserta didik menguasai materi dan mendapat nilai tinggi saja, tapi bagaimana peserta didik memahami dan mengalami proses berilmu di ruang kelas dan lingkungan sekolah diluar dirinya. Sehingga dia mampu menangkap realitas perbedaan yang ada.
Pendidikan multikultural mengharapkan agar semboyan Bhineka Tunggal Ika mampu terinternalisasi ke dalam relung-relung jiwa anak bangsa. Sehingga kita dapat bersikap bijak ketika berdampingan dengan masyarakat yang berbeda dan mengatasi masalah tanpa fanatisme golongan.

Metode Pengajaran Ekspresi

♠ Posted by IMM Tarbiyah in

Seorang guru sebaiknya tidak meringkas belajar ekspresi hanya lewat penjelasan belaka, tetapi ditengah-tengah jam pelajaran juga bisa menggambarkan dengan metode yang lain. Terkait metode ini, seorang guru harus mendahulukan penjelasan terlebih dahulu baru kemudian pemantapan pada anak didik. Metode ini merupakan hukum tabiat (kepribadian watak) yang lebih cepat terwujud (dalam keadaan apapun). Dalam suatu proses pembelajaran, terkadang seseorang ada yang sudah dapat memahami sesuatu hanya dengan bahasa cerita sebelum tahu bahasa tulisannya. Oleh karena itu, memulai suatu proses pembelajaran dengan menggunakan ilmu ekspresi yang jelas akan timbul tabiat metode ekspresi dan selanjutnya adalah pemantapan.


Strategi Pembelajaran Aktif

♠ Posted by IMM Tarbiyah in

 Pembelajaran pada dasarnya merupakan upaya untuk mengarahkan anak didik ke dalam proses belajar sehingga mereka dapat memperoleh tujuan belajar sesuai dengan apa yang diharapkan. Pembelajaran hendaknya memperhatikan kondisi individu anak karena merekalah yang akan belajar. Anak didik merupakan individu yang berbeda satu sama lain, memiliki keunikan masing-masing yang tidak sama dengan orang lain
Pembelajaran yang kurang memperhatikan perbedaan individual anak dan didasarkan pada keinginan guru, akan sulit untuk dapat mengantarkan anak didik ke arah pencapaian tujuan pembelajaran. Kondisi seperti inilah yang pada umumnya terjadi pada pembelajaran konvensional. Konsekuensi dari pendekatan pembelajaran seperti ini adalah terjadinya kesenjangan yang nyata antara anak yang cerdas dan anak yang kurang cerdas dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Kondisi seperti ini mengakibatkan tidak diperolehnya ketuntasan dalam belajar, sehingga sistem belajar tuntas terabaikan. Hal ini membuktikan terjadinya kegagalan dalam proses pembelajaran di sekolah.

METODE PENYAMPAIAN MATERI PENDIDIKAN DALAM KEGIATAN MENGAJAR-BELAJAR

♠ Posted by IMM Tarbiyah in

Istilah pendidikan berasal dari bahasa Yunaani, Paedagogy yang mengandung makna, seorang anak yang pergi dan pulang sekolah diantar seorang pelayan. Sedangkan pelayan yang mengantar dan menjemput dinamakan Paedagogos. Dalam bahasa Romawi, pendidikan diistilahkan dengan educate yang berarti mengeluarkan sesuatu yang berada di dalam. Dalam bahasa inggris, pendidikan diistilahkan to educate yang berarti memperbaiki moral dan melatih intelektual. ( Noeng Muhadjir, 2000: 20-21)

Banyak pendapat yang berlainan tentang pendidikan. Walaupun demikian, pendidikan berjalan terus tanpa menunggu keseragaman arti. Salah satu diantaranya mengatakan bahwa pendidikan adalah hasil peradaban suatu bangsa yang dikembangkan atas dasar pandangan hidup bangsa yang berfungsi sebagai filsafat pendidikannya; suatu cita-cita atau tujuan yang menjadi motif ; cara suatu bangsa berpikir dan berkelakuan, yang dilangsungkan turun temurun dari generasi ke generasi (Siti Meichati, 1975 : 5)

ALIRAN-ALIRAN PENDIDIKAN PENDIDIKAN SEBAGAI PROSES DAN KEBUTUHAN MANUSIA

♠ Posted by IMM Tarbiyah in
A.   PENDAHULUAN
Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, berkembang pula pola pikir umat manusia. Pendidikan sebagai sarana pencerahan umat pun memiliki nuansa berbeda antara daerah yang satu dengan daerah lain, sehingga bermunculan pemikiran-pemikiran yang dianggap sebagai penyesuaian proses pendidikan dengan kebutuhan yang diperlukan. Beberapa teori dari para pemikir memunculkan adanya aliran pendidikan. Aliran-aliran tersebut diantaranya[1] : Aliran Empirisme, Aliran Nativisme, Aliran Naturalisme, Aliran Konvergensi, Aliran Progresivisme, Aliran Esensialisme, Aliran Perenialisme dan Aliran Konstruktivisme.

B.   ALIRAN PENDIDIKAN
1.     Aliran Empirisme
Tokoh aliran Empirisme adalah John Locke (1632-1704). Dia adalah seorang filusuf dari inggris. Teorinya dikenal dengan Tabulae Rasae (Meja Lilin), yang menyebutkan bahwa, anak lahir ke dunia seperti kertas putih yang bersih.
Kertas putih akan mempunyai corak dan tulisan yang digores oleh lingkungan. Faktor bawaan dari orang tua ( faktor keturunan) tidak dipentingkan. Pengalaman diperoleh anak melalui hubungan dengan lingkungan, baik lingkungan sosial, alam dan budaya.

METODE MEMBACA ALQURAN DENGAN AMTSILATI

♠ Posted by IMM Tarbiyah in
BAB I
PENDAHULUAN

Islam adalah sebuah agama yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW. Seperti halnya agama lain Islam juga mempunyai kitab suci yang sakral yaitu Alquran. Alquran diturunkan kepada nabi Muhammad dengan cara berangsur-berangsur. Dilihat dari bahasa yang digunakan adalah bahasa dimana nabi Muhammad berada, yaitu bahasa Arab.
Islam menyebar keseluruh penjuru dunia. Dan tidak salah pemikiran Islam pun berkembang. Mulai dari ajaran Islam itu sendiri setelah dikontekskan dengan sekitar, maupun pelafalan kitab suci alquran. Memang wajib seorang muslim dapat membaca alquran karena dalam setiap ibadah kepada Allah SWT perlu menggunakan alquran yaitu dalam shalat. Dalam shalat kita harus membaca ayat suci Al-Fatihah sebagai rukun shalat yang tidak boleh ditinggalkan.
Dari situlah umat muslim berpikir mengenai metode pengajaran dan pembelajaran alquran. Untuk dapat membaca alquran dengan baik dan benar banyak metode yang dipakai yaitu metode albagdhadi, qiroati, iqra, dan sebagainya. Pada kali ini kita akan membahas metode membaca huruf alquran dengan metode Amtsilati. Metode yang digunakan kebanyakan pondok pesantren dalam membaca kitab kuning atau arab gundul. Memang kitab kuning bukan bagian dari alquran melainkan kitab yang dikarang oleh ulama-ulama terkenal. Namun dengan latar belakang yang menggunakan huruf arab maka diperlukanlah metode yang disebut amtsilati tersebut.

TEORI BEHAVIORISME DAN NILAI-NILAI KEMANUSIAAN

♠ Posted by IMM Tarbiyah in
BAB I
PENDAHULUAN

Manusia sebagai mahluk Allah SWT adalah mahluk yang amat berbahagia. Itu dikarenakan Allah SWT menganugerahkan segudang kelebihan yang tidak ada dalam dalam mahluk lainnya. Jika manusia mempunyai jenis kelamin, maka malaikat Jibril-misalnya, sang penyampai wahyu kepada Nabi tidak mempunyai jenis kelamin. Manusia dapat menciptakan tekhnologi yang baru dari waktu ke waktu, maka yang dapat dilakukan burung hanya bisa membuat sarang yang sama dari jaman nenek moyangnya hingga esok kiamat. Seekor serigala dapat bebas memakan binatang lain dalam rangka mengisi perutnya, berbeda manusia yang harus bekerja dan berusaha untuk memperoleh makanan, walaupun disisi lain ada yang sama sifatnya dengan serigala. Tuhan yang telah menciptakan kita adalah sangat Maha Pengasih, dan Maha Penyayang karena menciptakan manusia sebagai mahluk yang berbeda dengan mahluk lain yang telah diciptakan-Nya. Itulah nilai-nilai kemanusiaan yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita.