Tampilkan postingan dengan label Kuliah Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliah Umum. Tampilkan semua postingan

Jenis dan Karakteristik Media

♠ Posted by IMM Tarbiyah in

BAB I
PENDAHULUAN

            Media identik artinya dengan pengertian “keperagaan” yang berasal dari kata “raga” yaitu suatu bentuk yang dapat diraba, dilihat, di dengar, diamati melalui panca indra. Pengertian semacam ini masih belum mewakili arti dari media itu sendiri. Sesungguhnya media merupakan perantara, yangdalam pembahasan kali ini yaitu perantara untuk mentransformasikan ilmu kepada siswa. Media digunakan dalam rangka hubungan (komunikasi) pada proses pembelajaran.

            Penjelasan diatas hanya sebgaian dari sedikit tentang media. Oleh karenanya di dalam makalah ini kami akan menjelaskan jenis dan karakteristik media untuk memudahkan kita dalam mempelajari media.

Definisi, Sejarah, Alat, Perembangan dan Tokoh Musik Keroncong

♠ Posted by IMM Tarbiyah in

Pendahuluan
Musik adalah bunyi yang diterima oleh individu dan berbeda-beda berdasarkan sejarah, lokasi, budaya dan selera seseorang. Sedang menurut Aristoteles music mempunyai kemampuan mendamaikan hati yang gundah, mempunyai terapi rekreatif dan menumbuhkan jiwa patriotism. Dari pengertian tersebut, keroncong termasuk dalam jenis musik.
Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa sekarang musik keroncong mulai ditinggalkan oleh anak-anak muda. Mereka lebih suka mendengarkan musik-musik yang berasal dari barat seperti pop, rock dan sebagainya. Karena mereka menganggap orang-orang yang suka dengan music keroncong tidak gaul dan tidak mengikuti perkembangan zaman. Maka dari itu kita sebagai generasi muda harus bisa menanamkan rasa cinta terhadap keroncong mulai dari diri kita sendiri. Dengan cara lebih memperdalam atau memperkenali tentang music keroncong. Seperti halnya kata pepatah tak kenal maka tak saying. Kaum muda sekarang banyak yang tidak suka terhaddap music keroncong karena mereka tidak memahami betul apa itu keoncong? Oleh karena itu dalam makalah ini akan membahas sedikit tentang definisi keroncong, sejarah, alat-alat yang digunakan,  jenis-jenisnya,  pengembangannya dan tokoh Keroncong.
 

Sosiologi Pendidikan

♠ Posted by IMM Tarbiyah in

A.    PENDAHULUAN
Kajian sosiologi pendidikan menekankan implikasi dan akibat sosial dari pendidikan dan memandang masalah-masalah pendidikan dari sudut totalitas lingkup sosial kebudayaan, politik dan ekonomisnya bagi masyarakat. Apabila psikologi pendidikan memandang gejala pendidikan dari konteks perilaku dan perkembangan pribadi, maka sosiologi pendidikan memandang gejala pendidikan sebagai bagian dari struktur sosial masyarakat.
Dilihat dari objek penyelidikannya sosiologi pendidikan adalah bagian dari ilmu sosial terutama sosiologi dan ilmu pendidikan yang secara umum juga merupakan bagian dari kelompok ilmu sosial. Sedangkan yang termasuk dalam lingkup ilmu sosial antara lain: ilmu ekonomi, ilmu hukum, ilmu pendidikan, psikologi, antropologi dan sosiologi. Dari sini terlihat jelas kedudukan sosiologi dan ilmu pendidikan.
Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan telah memiliki lapangan penyelidikan, sudut pandang, metode dan susunan pengetahuan yang jelas. Objek penelitian sosiologi pendidikan adalah tingkah laku sosial, yaitu tingkah laku manusia dan institusi sosial yang terkait dengan pendidikan. Tingkah laku itu hanya dapat dimengerti dari tujuan, cita-cita atau nilai-nilai yang dikejar. Sebagaimana dalam terminologi sosiologi, sosiologi pendidikan berbicara tentang pandangan tentang kelas, sekolah, keluarga, masyarakat desa, kelompok- kelompok masyarakat dan sebagainya, masing-masing terangkum dalam wilayah suatu sistem sosial. Tiap-tiap sistem sosial merupakan kesatuan integral yang mendapat pengaruh dari : Sistem sosial yang lain, lingkungan alam, sifat-sifat fisik manusia, dan karakter mental penghuninya.

PENGEMBANGAN PRODUK MEDIA BERBASIS VISUAL : "Desain Media Pembelajaran PAI"

♠ Posted by IMM Tarbiyah in

I.           PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang Masalah
Belajar adalah suatu proses yang kompleks yang terjadi pada diri setiap orang sepanjang hidupnya. Salah satu pertanda bahwa seseorang itu telah belajar adalah adanya perubahan tingkah laku pada diri orang itu yang mungkin di sebabkan oleh terjadinya perubahan pada tingkat pengetahuan, keterampilan, atau sikapnya. Interaksi yang terjadi selama proses belajar tersebut dipengaruhi oleh lingkungannya, antara lain murid, guru, petugas perpustakaan, kepala sekolah, bahan atau materi pelajaran (buku, modul, selebaran, majalah, dan lain-lain), dan berbagai sumber belajar dan fasilitas (video, radio, televise, computer, dan lain-lain).
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil terknologi dalam proses belajar. Para guru dituntut agar mampu menggunakan alat-alat yang dapat disediakan oleh sekolah, dan tidak menutup kemungkinan bahwa alat-alat tersebut sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman, dalam upaya mencapai tujuan pengajaran yang diharapkan. Disamping itu, guru juga dituntut untuk mengembangkan keterampilan membuat media pembelajaran yang akan digunakannya apakah media tersebut belum tersedia.

Perkembangan Remaja

♠ Posted by IMM Tarbiyah in

I.        PENDAHULUAN
A.    Latar belakang masalah
Pada umumnya remaja didefinisikan sebagai masa peralihan antara masa anak dan masa dewasa yang berjalan antara umur 12 tahun sampai 21 tahun. Setiap tahap perkembangan manusia biasanya dibarengi dengan berbagai tuntutan psikologis yang harus dipenuhi, demikian pula pada masa remaja. Sebagian besar pakar psikologi setuju, bahwa jika berbagai tuntutan psikologis yang muncul pada tahap perkembangan manusia tidak berhasil dipenuhi, maka akan muncul dampak yang secara signifikan dapat menghambat kematangan psikologisnya di tahap-tahap yang lebih lanjut.
Dalam makalah yang kami susun ini akan membahas tentang fase-fase perkembangan manusia masa remaja dan juga membahas tentang karaktekteristik perkembangan remaja dilihat dari aspek perkembangan fisik, perkembangan kognitif, perkembangan moral, perkembangan social dan masih banyak lagi, serta factor yang menyebabkan remaja melakukan perilaku menyimpang.

Epistemologi

♠ Posted by IMM Tarbiyah in

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Pendahuluan
            Mula-mula manusia percaya bahwa dengan kekuatan pengenalannya ia dapat mencapai realitas sebagaimana adanya. Para filsof pra Socrates, yaitu filsof pertama dalam tradisi Barat, tidak memberikan perhatian pada cabang filsafat ini sebab mereka memusatkan perhatian, terutama pada alam dan kemungkinan perubahannya, sehingga mereka kerap dijuluki filsof alam.
            Mereka mengandaikan begitu saja bahwa pengetahuan mengenai kodrat itu mungkin, meskipun beberapa diantara menyarankan bahwa pengetahuan mengenai struktur kenyataan dapat lebih dumunculkan dari sumber-sumber tertentu ketimbang sumber-sumber lainnya. Herakleitus misalnya, menekankan penggunaan indera, sementara Permanides menekankan penggunaan akal. Meskipun demikian, tak seorangpun diantara mereka yang meragukan kemungkinan adanya pengetahuan mengenai kenyataan (realitas).
            Baru pada abad ke-5 SM, sikap skeptis muncul dari kaum Shopis. Mereka meragukan kemampuan manusia dalam mengetahui realitas. Mereka bertanya, seberapa jauh pengetahuan kita mengenai kodrat benar-benar merupakan kenyataan objektif, seberapa jauh pula sumbangan subjektif manusia? Apakah kita mempunyai pengetahuan mengenai kodrat sebagaimana adanya? Ini menjadi awal munculnya Epistemologi.

Delapan Aspek Perkembangan Manusia

♠ Posted by IMM Tarbiyah in

Nama    : Isna Suryani
NIM       : 092331161
Tugas    : Psikologi Anak& Remaja               
 

A. Hubungan Dan Keterkaitan Antara Kedelapan Aspek Perkembangan Manusia
             Dalam pembahasan perkembangan manusia banyak aspek-aspek yang mempengaruhi dan menunjang  perkembangannya. Ada 8 aspek perkembanagan manusia di antaranya; perkembangan fisik (kinestetik), perkembangan intelegensi, perkembangan  emosi, perkembangan bahasa, perkembangan sosial, perkembangan kepribadian, perkembangan moral, dan perkembangan beragama.[1] Kedelapan aspek perkembangan tersebut memiliki keterkaitan dan hubungan yang saling mempengaruhi apabila salah satu atau beberapa aspek-aspek itu tidak dimiliki manusia maka hasilnya kurang maksimal.
            Kenapa bisa terjadi???? Kita akan uraikan bagaimana hubungan antara kedelapan aspek itu. Pada perkembangan bahasa, aspek kesehatan menjadi faktor yaqng sangat  mempengaruhi bahasa anak, terutama usia awal kehidupannya. Apabila tidak dijaga dengan makan makanan bergizi dan berolahraga maka akan cepat sakit. Hal ini menunjukan bahwa berolahraga atau gerakan fisik lainnya mempengaruhi perkembangan bahasa. Selain itu, faktor intelegensi juga menjadi penunjang jika anak yang perkembangan bahasanya cepat, pada umumnya mempunyai intelegensi normal atau di atas normal. Hurlock mengemukakan hasil studi mengenai anak yang  mengalami kelambatan mental, yaitu bahwa sepertiga di antara mereka yang dapat berbicara secara normal dan anak yang berada pada tingkat intelektual paling rendah , mereka sangat miskin berbahasanya.[2]
            Pada perkembangan kepribadian, faktor-faktor yang mempengaruhi di antaranya faktor fisik,  intelegensi, moral, emosi dan sosial. Pada faktor fisik yang dipandang mempengaruhi perkembangan kepribadian adalah postur tubuh, kecantikan, kesehatan, keutuhan tubuh, dan keberfungsian organ tubuh. Begitu juga intelegensi individu yang tinggi atau normal biasa mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya, sedangkan yang rendah biasanya sering mengalami hambatan atau kendala dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. [3]Dalam membentuk kepribadian yang berkarakter bagi diri sendiri maupun orang lain, di mana kepribadian dapat dibentuk melalui faktor moral yang dimilikinya, seperti:  keteladanan, identifikasi/imitasi, dan proses coba-coba.[4] Pada aspek emosi , individu yang dapat mengontrol diri akan merasa nyaman dengan emosinya dalam menghadapi berbagai situasi frustasi, depresi, atau stress secara positif atau konstruktif, tidak destruktif (merusak).[5]Faktor lingkungan sosial budaya juga memberi peran bersahabat dengan orang lain.[6]
            Begitu pula dalam masalah beragama, pastinya juga memiliki banyak faktor-faktor yang bisa mempengaruhi perkembangan agama, mulai dari faktor internal maupun eksternal.[7] Faktor internal meliputi kepribadian, moral, fisik, emosi, intelegensi, dan  bahasa,sedangkan faktor eksternal meliputi sosial, intelegensi, dan bahasa. Semua komponen tersebut menjadi satu kesatuan yang sempurna jika elemen-elemen itu berperan dengan maksimal. Sebagai contohnya jika kita sudah beragama kuat dan mantap, tapi moral kita masih menyalahi norma-norma yang telah di akui masyarakat  sebagai hal benar, maka secara sosial kita belum diterima dalam kehidupan bermasyarakat. Begitu sebaliknya apabila kita memiliki moral yang baik pada diri sendiri maupun masyarakat, tetapi layaknya manusia beragama kita belum bisa bersikap seperti apa yang telah diajarka oleh agama kita masing-masing.
            Selain itu, masih ada juga kaitan perkembangan emosi dengan faktor-faktor lain. Antara lain faktor intelektual/ intelegensi, faktor  sosial, faktor moral, faktor  keberagamaan dan lain sebagainya. Perasaan intelegensi mempunyai sangkut paut dengan ruang lingkup kebenaran  yang diwujudkan dalam bentuk rasa yakin dan tidak yakin, rasa puas, dan rasa gembira.  Perasaan sosial menyangkut hubungan dengan orang lain, baik bersifat perorangan atau kelompok. Wujud rasa ini seperti; rasa solidaritas, persaudaraan, simpati, kasih sayang dan sebagainya. Perasaan moral berhubungan dengan nilai-nilai baik dan buruk. Contohnya, rasa tanggungjawab, rasa bersalah apabila melanggar norma, rasa tentram dalam menaati norma. Sedangkan perasaan keagamaan menyangkut hubungan manusia dengan tuhan dimana posisi manusia benar-benar mengetahui tuhannya baik dengan cara beribadah dan menjalankan ajaran-ajaranNya.[8]
            Begitu juga tak kalah pentingnya aspek sosial dalam perkembangan manusia khususnya pada kehidupan sehari-harinya. Perkembangan sosial anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan sosialnya, baik orangtua, sanak keluarga, orang dewasa, atau teman sebayanya. Apabila lingkungan sosialnya memfasilitasi atau memberi peluang terhadap perkembangan anak secara positif, maka anak akan mendapat perkembangan sosial secara matang. Namun, apabila lingkungan sosial itu kurang kondusif, seperti perlakuan kasar orangtua yang sering memarahi, acuh tak acuh, tidak memberi bimbingan, teladan, pengajaran, atau pembiasaan terhadap anak dalam menerapkan norma-norma, baik agama maupun tatakrama atau budi pekerti.[9] Secara tidak langsung factor-faktor yang mempengaruhi perkembangan sosial sangat banyak terutama lingkungan keluarga dan masyarakat. Maka faktor pembangun moral, emosi, agama dan lainnya memberi kontribusi besar yang akan berdampak langsung tergantung pengaruh positif atau negatif yang didapatkan anak tersebut.
B. Salah Satu Aspek Yang Paling Dominan.
            Dari beberapa uraian yang telah dijelaskan diatas bahwa, semua aspek perkembangan manusia antara yang satu dengan yang lain memiliki hubungan dan keterkaitan yang signifikan. Kedelapan aspek tersebut apabila hilang salah satunya maka perkembangan anak menjadi kurang sempurna. Terapi tidak bida dipungkiri juga bahwa ada salah satu aspek yang paling dominan atau menonjol dalam mempengaruhi perkembangannya, walaupun kedelapan aspek tersebut berpengaruh juga.
            Menurut kami pribadi, aspek yang paling dominan yaitu terletak pada aspek Kepribadian seseorang. Kenapa bias demikian????  Secara keseluruhan sudah dijelaskan oleh penulis bahwa dalam kepribadian diri seseorang sudah memuat semua aspek-aspek lain, dimana control dan penjagaan sebagian besar dipegang oleh diri sendiri. Sedangkan aspek-aspek di luar diri bisa dikendalikan jika aspek kepribadian sudah benar-benar utuh sehingga  mudah jika akan menerima aspek lainnya. Misalnya, seseorang yang kepribadiannya matang dan berkarakter jika diajarkan dengan nilai-nilai atau norma-norma, maka akan mudah terbentuk moral dan sifat keberagamaan yang kokoh, dan sebagainya. Maka kesimpulannya yang bisa kita tangkap dari uraian di atas bahwa semua aspek perkembangan akan berfungsi dan mempengaruhi diri kita. Oleh karena itu idelnya kita bisa menumbuhkan dan menciptakan kedelapan aspek-aspek tersebut untuk diaktualisasika dalam kehidupan sehari-dari. Aaamiiiiiiiiin. Wallohu a’lam bishowab.
-Referensi : Yusuf LN, Syamsu, "psikologi perkembangan anak dan remaja",Bandung: PT Remaja Rosdakarya,2009.

           
              


[1] Yusuf LN, Syamsu, "psikologi perkembangan anak dan remaja",Bandung: PT Remaja Rosdakarya,2009, hlm.101-136
[2] Yusuf LN, Syamsu, "psikologi perkembangan anak dan remaja",hlm. 121
[3] Yusuf LN, Syamsu, "psikologi perkembangan anak dan remaja",hlm. 128
[4] Yusuf LN, Syamsu, "psikologi perkembangan anak dan remaja"hlm. 134
[5] Yusuf LN, Syamsu, "psikologi perkembangan anak dan remaja"hlm. 131
[6] Yusuf LN, Syamsu, "psikologi perkembangan anak dan remaja"hlm. 129&131   
[7] Yusuf LN, Syamsu, "psikologi perkembangan anak dan remaja"hlm. 136-137
[8] Yusuf LN, Syamsu, "psikologi perkembangan anak dan remaja"hlm. 129&117   
[9] Yusuf LN, Syamsu, "psikologi perkembangan anak dan remaja"hlm. 125-126

ISLAM KEJAWEN

♠ Posted by IMM Tarbiyah in

Setiap agama tidak mungkin bersih / tidak terpengaruh dengan kebudayaan lokal. Begitu juga dengan agama islam, sebagai sebuah sistem ajaran agama yang akan selalu berdialog dengan budaya lokal di mana pun islam berada. Seperti pada islam kejawen, sesungguhnya islam kejawen berasal dari kebudayaan jawa yang mengalami percampuran dengan agama pendatang. Agama tersebut antara lain : hindu, budha, dan islam. Karena kebudayaan jawa lebih mengental dengan agama islam maka percampuran ini disebut dengan islam kejawen, tetapi agama hindu-budha juga ikut berperan dalam islam kejawen walaupun tidak begitu mengental seperti islam.
Keadaan budaya jawa sebelum hindu-budha sangat kental dengan tradisi animisme-dinamisme, dimana ruh nenek moyang mereka dijadikan sebagai dewa yang pada akhirnya melahirkan hukum adat dan relasi pendukungnya. Seperti upacara selamatan, ruh nenek moyang mereka menjadi sebentuk dewa pelindung bagi keluarga yang masih hidup. Sarana upacaranya, seperti seni pewayangan dan gamelan yang digunakan untuk mendatangkan ruh nenek moyang.
Sedang kebudayaan jawa di masa hindu-budha memberikan konsep baru dengan mentransformasikan keyakinan masyarakat akan kekuatan pada benda-benda dan ruh menuju pada kekuatan figur-figur tertentu, yakni raja-raja. Raja dipercaya sebagai dewa atau titisan dewa. Dari konsep ini munculah budaya untuk patuh pada raja.

METODE HERMENEUTIKA TEMBANG "LIR-ILIR"

♠ Posted by IMM Tarbiyah in
A.           PENDAHULUAN.
Lagu lir-ilir sudah pasti sangat akrab di telinga kita, apalagi orang jawa yang notabene adalah berada pada daerah penyebaran agama oleh Wali Songo. Semasa kita kecil, lagu itu adalah lagu dolanan saat kita sedang memainkan sebuah permainan. Lagu ini sebenarnya bukan sekedar lagu dolanan biasa, akan tetapi punya makna yang sangat mendalam. Oleh karena itu penulis sangat tertarik untuk menganalisis lagu tersebut. Karena tidak sekedar untuk menikmati lagunya, akan tetapi yang lebih penting direnungkan dan ambil maknanya.
Tidak sedikit orang menafsiri lagu tersebut baik dalam konteks hubungannya dengan sejarah, syariat islam, maupun hakikat dari makna yang terkandung di dalamnya. Dan mungkin penafsirannya pun berbeda-beda. Lantas. Mengapa setiap orang yang menafsiri lagu ini selalu dihubungkan dengan agama islam?

BISAKAH KONSEP BELAJAR SAMBIL BERMAIN DAPAT MENGUBAH SISTEM YANG SUDAH TERJADI DI INDONESIA?

♠ Posted by IMM Tarbiyah in

Judul    buku                 : Belajar dan Pembelajaran Prasekolah dan Sekolah Dasar.
Penulis                          : Prof. Dr. Conny R. Semiawan
Penerbit                        : PT. Indeks - Jakarta
Cetakan                       : Ke-II Tahun 2008
Tebal Buku                   : xvi+170 Halaman

Pendidikan pada usia dini haruslah diperhatikan, karena perkembangan anak pada usia dini yang tentunya dipengaruhi pula oleh pendidikan akan memberi dampak dalam perkembangannya pada tahap berikutnya. Oleh karena itu, proses pembelajarannya merupakan faktor penting yang harus diperhatikan oleh pendidik.

Pelaksanaan pembelajaran prasekolah (TK) yang selama ini cenderung lebih bersifat akademik perlu dikembangkan kearah pembelajaran sesuai dengan dunianya, yaitu : memberi kesempatan kepada siswa untuk aktif dan kreatif, dengan menerapkan konsep belajar sambil bermain. Bagi anak prasekolah, bermain adalah suatu kegiatan yang serius, tetapi mengasyikkan. Dengan memahami arti bermain tersebut, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa bermain adalah suatu kebutuhan bagi anak.

MENYINGKAP MAKNA TEMBANG DOLANAN SLUKU-SLUKU BATHOK

♠ Posted by IMM Tarbiyah in


           
            Dalam kehidupan bermasyarakat dan berbudaya manusia berada pada posisi sentral dalam berkomunikasi dengan lingkungan sosialnya. Dalam kepercayaan Islam  manusia sebagai khalifatullah fil ardi ( pemimpin di bumi) yang berarti mempunyai tugas utama mengembangkan dan menyiarkan agama Tuhan. Di sinilah keberadaannya mempunyai peranan penting untuk menembus celah-celah karakteristik masyarakat yang berbudaya, dalam hal ini selalu bermuara pada sisi agama Islam.
            Tokoh-tokoh Islam sudah jauh sebelumnya mempunyai konsep dan cara bagaimana kondisi masyarakat tersebut mampu menerjemahkan nilai-nilai suci dalam konsep spiritualnya. Kehadiran wali-wali Allah seperti walisanga telah mampu menerobos masyarakat melalui strategi budaya yang begitu bijak dan sosiologis, hingga masyarakat Jawa khususnya boleh berislam semampunya. Karena bagaimanapun wali-wali tersebut lebih mengutamakan perlunya menanamkan iman amaliyah  daripada menanam kemurnian ajaran yang sulit diterjemahkan.

REVIEW MATA KULIAH ILMU KALAM

♠ Posted by IMM Tarbiyah in


REVIEW ILMU KALAM


A.     PENGERTIAN ILMU KALAM

Dalam kajian study islam, kalam berarti sabda/firman Tuhan, namun dalam masa kontemporer kalam tidak hanya focus berbicara tentang tuhan namun lebih memfokuskan berbicara tentang kemanusiaan seperti kemiskinan.
Pengertian ilmu kalam secara maknawiyah/para ahli,
a.         Al-Taftazzani dalam dirasat fi al-Falsafah al-Islamiyah menjelaskan: ilmu kalam adalah ilmu yang membahas tentang kalam Allah, apakah kalam Allah bersifat hadis/qadim.
b.         Harun nasution dalam teologi melihatnya dari dua persepektif, yaitu persepektif objek dn subjek.
c.         Musthafa abdul razik: ilmu ini (ilmu kalam) yang berkaitan dengan akidah imani ini sesungguhnya dibangun di atas argumentasi-argumentasi rasional. Atau, ilmu yang berkaitan dengan akidah islami ini bertolak atas bantuan nalar.
d.         Ibnu kaldun mendefinisikan ilmu kalam :
Ilmu kalam adalah disiplin ilmu yang mengandung berbagai argumentasi tentang akidah imani yang diperkuat dalil-dalil rasional.

ANALISIS CERITA DAN PUISI ANAK

♠ Posted by IMM Tarbiyah in

ANALISIS CERPEN ANAK “ Apa Gunanya Buah Si Kapuk?”.


1.      Analisis Sarana Sastra
Saat seseorang membaca sebuah cerita, biasanya hal pertama yang dilihat adalah judulnya. Judul yang menarik akan sangat mempengaruhi pembaca untuk membaca cerita. Karena seorang pembaca akan dibuat penasaran dan rasa keingintahuan dengan judul yang menarik. Dan hal yang menarik dari judul diatas adalah tentang Buah Kapuk. Banyak orang yang sudah mengetahui apa manfaat Buah Kapuk yaitu untuk membuat kasur atau sebagai alas tidur. Tapi cerpen diatas mengambil judul tentang Apa Gunanya Buah Si Kapuk?. Dari judul tersebut seseorang pembaca sudah mengetahui apa yang akan disajikan dalam cerpen tersebut yaitu mengenai manfaat Buah Kapuk. Namun disini penulis menyajikan cerita tentang Kapuk yang merupakan bendaa mati, dijadikan objek seperti manusia yang bisa berbicara, merasakan sedih dan senang  dan itu dibuktikan dengan kata Si Kapuk yang merupakan sebutan untuk manusia. dan itu yang membuat judul cerpen diatas kelihatan menarik dan membuat seorang pembaca khususnya anak-anak tertarik, penasaran dan ingin tahu isi ceritanya. Dan Judul  cerpen Diatas sudah merepresentasikan isi cerita seperti yang sudah dijelaskan diatas hanya dengan membaca judulnya, seseorang akan mengetahui isi cerpen yaitu tentang manfaat/kegunaan buah kapuk.

ANALISIS STRUKTURALISME (Struktur Fisik) SAJAK CINTA Abdul Wachid B.S “Sajak Mas Jati untuk Hayati” dan “ Sajak Hayati untuk Mas Jati”

♠ Posted by IMM Tarbiyah in

A.     PENDAHULUAN

Puisi atau khususnya sajak bisa dikatakan sebagai sebuah ungkapan atau curahan isi hati seseorang yang dituangkan dalam bentuk kata-kata maupun bahasa yang memiliki daya estetis dan keindahan. Jika dilihat sekilas untuk membuat puisi terlihat mudah, tapi tidak semua orang tidak bisa membuatnya yang sesuai dengan kaidah dan unsur-unsur puisi. Karena membuat puisi diperlukan ketrampilan khusus dan juga butuh proses.
Selain itu, diperlukan aturan-aturan dan unsure-unsur yang membuat puisi dapat membangkitkan imajinasi pembaca, agar apa yang disampaikan oleh pembuat puisi bisa membekas pada perasaan pembacanya, yaitu menggunakan unsure-unsur puisi seperti diksi, bahasa kiasan, citraan dan sarana retorika.
Dan setiap penyair memiliki cirri khas tersendiri dalam membuat puisi. Dan dimakalah ini penulis akan menganalisis beberapa sajak-sajak cinta karya Abdul Wachid B.S yang berjudul “Sajak Mas Jati untuk Hayati” dan “Sajak Hayati untuk Mas Jati” dengan teori dan metode strukturalisme.

LAPORAN OBSERVASI DI CANDI PRAMBANAN DAN KRATON YOGYAKARTA

♠ Posted by IMM Tarbiyah in

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan yang maha esa yang karena rahmat dan nikmatnya telah memperkenankan penulis menyelesaikan laporan observasi di Yogyakarta. Dan tidak lupa penulis ucapkan terimakasih kepada dosen pengampu mata kuliah Konsep dasar IPS sekaligus sebagai dosen pembimbing kegiatan observasi ke Yogyakarta yaitu Hj. Tutuk Ningsih, S. Ag.  M. Pd yang telah membimbing kami dalam menuntut ilmu khususnya mata kuliah Konsep dasar IPS. Selain itu penulis juga berterimakasih kepada keluarga yang telah memberikan Do’a dan dukungannya serta semua pihak yang telah membantu sehingga laporan ini dapat tersusun.
Laporan ini disusun dan diitulis guna memenuhi tugas akhir semester mata kuliah Konsep Dasar IPS khususnya dan menambah pengetahuan pembaca pada umumnya. Observasi ke daerah Yogyakarta khususnya ke Candi Prambanan dan Kraton Yogyakarta yang dilaksanakan pada hari minggu tanggal 1 Desember 2010 dilaksanakan guna menambah wawasan mahasiswa PGMI sebagai calon guru, sehingga Laporan ini perlu ditulis untuk menilai sejauh mana penulis mengetahui dan memahami tentang Obyek Wisata yang telah dikunjungi dan sejauh mana pengetahuan yang diketahui oleh penulis.
Laporan ini tentu saja masih banyak kekurangan, karena penulis masih dalam proses belajar sehingga tidak lepas dari salah. Oleh karena itu penulis meminta kritik dan saran kepada pembaca. Dan penulis berharap laporan ini bisa bermanfaat khususnya bagi penulis sendiri dan umumnya bagi pembaca dalam menambah wawasan dan pengetahuannya.


SEJARAH BANYUMAS KUNO

♠ Posted by IMM Tarbiyah in

BAB 1
PENDAHULUAN

Indonesia adalah sebuah negara kepulauan yang terdiri dari ribuan pulau, suku, ras, adat-istiadat dan beraneka ragam kebudayaan. Indonesia tidak hanya kaya akan kebudayaan saja tetapi juga, memiliki kekayaan alam dan hasil bumi yang melimpah, yang membuat negara-negara lain menjajahnya karena ingin menguasai kekayaannya.
 Indonesia memiliki beribu pulau yang disetiap pulau terdapat banyak suku, dan tiap-tiap suku mempunyai beragam kebudayaan yang berbeda-beda, salah satunya yaitu, pulau Jawa. Pulau jawa adalah pulau yang terkenal ramah, sopan, dan bersahabat penduduknya, yang sangat kental menganut budaya ketimuran dibanding dengan pulau yang lain.
Pulau jawa juga terkenal akan tradisi kejawennya, dan kental khas budayanya. Pemakalah disini akan membicarakan tentang kota Banyumas yang terletak dipulau Jawa. Banyumas adalah sebuan nama salah satu ibukota yang ada di Jawa Tengah. Setiap nama sebuah tempat memiliki cerita/sejarah tersendiri, begitu juga Banyumas, dan sebagai warga Banyumas kita harus tau dan melestarikan sejarah kebudayaannya agar tidak pudar dan luntur akibat pengaruh budaya asing yang masuk. Agar sampai pada generasi penerus kita nanti
Maka perlu dipelajari tentang sejarah terjadinya kota Banyumas ini, terutama bagi warga banyumas sendiri agar tidak buta akan sejarah dan kebudayaan tempat kelahiran kita sendiri.
 

Jenis-jenis Kalimat

♠ Posted by IMM Tarbiyah in

  1. Jenis-jenis kalimat berdasarkan jumlah klausa dan menurut informasi yang disampaikan.
Jenis-jenis kalimat berdasarkan jumlah klausa
Dalam bukunya Abdul Wachid & Heru Kurniawan (2010: 119) berdasarkan jumlah klausa yang dimilikinya, kalimat dibedakan menjadi dua; kalimat tunggal dan kalimat majemuk.
  1. Kalimat Tunggal
Menurut alwi, dkk ( 2003: 39) kalimat tunggal adalah kalimat yang proposisinya satu sehingga predikatnya pun satu.
Contoh:
Ibu memasak di Dapur.