Kamis, 21 Juni 2012

Jenis dan Karakteristik Media


BAB I
PENDAHULUAN

            Media identik artinya dengan pengertian “keperagaan” yang berasal dari kata “raga” yaitu suatu bentuk yang dapat diraba, dilihat, di dengar, diamati melalui panca indra. Pengertian semacam ini masih belum mewakili arti dari media itu sendiri. Sesungguhnya media merupakan perantara, yangdalam pembahasan kali ini yaitu perantara untuk mentransformasikan ilmu kepada siswa. Media digunakan dalam rangka hubungan (komunikasi) pada proses pembelajaran.

            Penjelasan diatas hanya sebgaian dari sedikit tentang media. Oleh karenanya di dalam makalah ini kami akan menjelaskan jenis dan karakteristik media untuk memudahkan kita dalam mempelajari media.

BAB II
PEMBAHASAN
A.    Taksonomi.
Taksonomi merupakan cabang bio yanng menelaah penamaaan, perincian, klasifikasi, pengelompokan makhluk hidup berdasarkan persamaan dan perbedaan sifatnya[1].  Dalam  makalah  ini, taksonomi yang dimaksud adalah pengelompokan media. Beberapa contoh usaha ke arah taksonomi media tersebut antara lain:
1.         Taksonomi Media berdasarkan Indera yang terlibat ( Menuerut Rudy Bretz ).
Bertz mengidentifikasikan ciri utama dari media menjadi tiga unsur:
·                  Suara.
·                  Visual: garis dan simbol yang dapat ditangkap dengan panca indra.
·                  Gerak.
Bertz juga membedakan antara media siar (telecommunication) dan media rekam (recording) sehingga terdapat 8 klasifikasi media, yaitu: 1) Media audiovisual gerak, 2) media audiovisual diam, 3) media audio semi-gerak, 4) media visual gerak, 5) media visual diam, 6) media semi-gerak, 7) media audio, 8) media cetak.
Dalam taksonomi media ini, Bertz sengaja membedakan antara media siar dan media rekam. Hal ini dikarenakan dalam pengelompokkan media menjadi 8 tersebut tidak dapat digolongkan melalui tiga unsur seperti yang dijelaskan di atas. 
2.         Taksonomi Media berdasarkan hirarki pemanfaatannya ( Menurut Duncan )
Menurutnya, semakin rumit jenis perangkat media yang dipakai, semakin mahal biaya investasinya, semakin susah pengadaannya dan semakin luas lingkup penggunaannya. Sebaliknya semakin rendah perangkat media yang digunakan biaya akan menjadi murah, pengadaannya lebih mudah, sifat penggunaannya lebih khusus dan lingkup sasarannya[2].
3.         Taksonomi media berdasarkan rangsangan belajar (Menurut Briggs)
Taksonomi bentuk ini mengarahkan pada karakteristik menurut rangsangan yang dapat ditimbulkan. Briggs mengidentifikasikan semacam media : suara langsung, rekaman audio, media cetak, papan tulis dan lain – lain.
 Menurutnya taksonomi lebih mengarah pada karakteristik siswa. Oleh karenanya seorang guru seharusnya mengetahui karakteristik setiap siswa, sehingga guru dalam pengajarannya dengan menggunakan rangsangan-rangsangan karakteristik siswa dibanding media yang telah disediakan.
4.         Taksonomi media berdasarkan fungsi pembelajaran (Menurut Gagne)
Gagne membuat tujuh macam pengelompokan media yaitu benda untuk didemonstrasikan, komunikasi lisan, media cetak,, gambar diam, gambar gerak, film bersuara dan mesin belajar.

B.     Karakteristik
Para ahli diatas telah membuat taksonomi mengenai media pembelajaran. Dari sekian pengelompokan tersebut, secara garis besar media pembelajaran dapat diklasifikasikan atas: media grafis, media audio, media proyeksi diam (hanya menonjolkan visual saja dan disertai rekaman audio), dan media permainan-simulasi.
1.      Media Grafis.
Karakteristik yang dimiliki adalah: bersifat kongkret, dapat mengatasi batasan ruang dan waktu, dapat memperjelas suatu masalah dalam bidang masalah apa saja dan pada tingkat usia berapa saja, murah harganya dan mudah mendapatkan serta menggunakannya, terkadang memiliki ciri abstrak (pada jenis media diagram), merupakan ringkasan visual suatu proses, terkadang menggunakan simbul-simbul verbal (pada jenis media grafik), dan mengandung pesan yang bersifat interpretatif.
2.      Media audio.
Secara umum media audio memiliki karakteristik atau ciri sebagai berikut: mampu mengatasi keterbatasan ruang dan waktu (mudah dipindahkan dan jangkauannya luas), pesan/program dapat direkam dan diputar kembali sesukanya, dapat mengembangkan daya imajinasi dan merangsang partisipasi aktif pendengarnya, dapat mengatasi masalah kekurangan guru, sifat komunikasinya hanya satu arah, sangat sesuai untuk pengajaran musik dan bahasa, dan pesan/informasi atau program terikat dengan jadwal siaran (pada jenis media radio).
3.      Media proyeksi diam.
Karakteristik umum media ini adalah: pesan yang sama dapat disebarkan ke seluruh siswa secara serentak, penyajiannya berada dalam kontrol guru, cara penyimpanannya mudah (praktis), dapat mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan indera, menyajikan obyek -obyek secara diam (pada media dengan penampilan visual saja), terkadang dalam penyajiannya memerlukan ruangan gelap, lebih mahal dari kelompok media grafis, sesuai untuk mengajarkan keterampilan tertentu, sesuai untuk belajar secara berkelompok atau individual, praktis dipergunakan untuk semua ukuran ruangan kelas, mampu menyajikan teori dan praktek secara terpadu, menggunakan teknik-teknik warna, animasi, gerak lambat untuk menampilkan obyek/kejadian tertentu (terutama pada jenis media film), dan media film lebih realistik, dapat diulang-ulang, dihentikan, dsb., sesuai dengan kebutuhan.
4.      Media permainan dan simulasi.
Ciri atau karakteristik dari media ini adalah: melibatkan pebelajar secara aktif dalam proses belajar, peran pengajar tidak begitu kelihatan tetapi yang menonjol adalah aktivitas interaksi antar pebelajar, dapat memberikan umpan balik langsung, memungkinkan penerapan konsep-konsep atau peran-peran ke dalam situasi nyata di masyarakat, memiliki sifat luwes karena dapat dipakai untuk berbagai tujuan pembelajaran dengan mengubah alat dan persoalannya sedikit saja, mampu meningkatkan kemampuan komunikatif pebelajar, mampu mengatasi keterbatasan pebelajar yang sulit belajar dengan metode tradisional, dan dalam penyajiannya mudah dibuat serta diperbanyak.


BAB III
KESIMPULAN
Dalam proses pembelajaran diperlukan adanya media. Melalui media, peserta didik dapat lebih mudah dalam memahami apa yang disampaikan oleh pendidik. Oleh karena itu seorang pendidik diharuskan untuk mengerti dan memahami media yang akan digunakan, sehingga penggunaan media dapat tersampaikan dengan baik.

DAFTAR PUSTAKA

Sadiman, Arief, R. Rahardjo, Anung Haryono, Rahardjito. 2009. Media Pendidikan Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya. Jakarta: Raja Grafindo Persada

Yudi  Munadi.  2008.  Media Pembelajaran Sebuah Pendekatan Baru. Ciputat: Gaung Persada Press

Anshor, Ahmad  Muhtadi.  2009.  Pengajaran Bahasa Arab Media dan Metode-metodenya.  Jogjakarta: Teras

Pius A, Partanto,  M. Dahlan  al Barry.  2001.  Kamus Ilmiah Populer.  Surabaya: Arkola




[1] Pius A, dkk, Kamus Ilmiah Populer, (Surabaya: Arkola, 2001), hal. 735
[2] Sadiman, dkk, Media Pendidikan Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2009), hal. 20